Saturday, 12 July 2014

Lonely

Hahaha, mereka selalu tertawa bersamaku dalam setiap kesempatan yang ada. Saat aku sedang sedih, mereka ada untuk menenangkanku. Pergi bersama, foto bersama. Ah, indahnya saat saat itu. Sekarang aku sudah bekerja. Dan aku terpisah dengan mereka. Hari-hariku menjadi sedikit membosankan. Bahkan saat aku sedang merasakan sakit seperti ini, rasanya sulit untuk menceritakan semuanya.

Mereka selalu berbanding terbalik dengan keadaanku. Saat aku sedang merasa sakit atau kesepian, mereka sedang merasa berbunga-bunga atau senang. Ya, sangat sulit saat ini untuk menatap langit malam. Bahkan, untuk melihat 1 bintang saja sulit.

Pernah, salah satu dari mereka menceritakan kisahnya dengan kekasihnya, bukan kisah yang membuat dia bahagia. Ya, ku dengar masalahnya, ku beri sedikit solusi. Lalu aku sendiri sebenarnya sedang sedih. Sangat desperate. Aku tak ingin memendamnya sendiri terlalu sakit untuk memendamnya seorang diri. Kali ini kucoba untuk kucurahkan isi hatiku kepada temanku itu. Isi pesanku lumayan panjang sambil ku beri solusi dari masalah yang dia ceritakan. Ya, jujur saja aku sangat senang bisa berkirim pesan dengannya, karena sudah lama sekali aku kehilangan kontak dengan dia. Teng. Handphoneku berbunyi. Temanku membalas isi pesanku yang tadi. Sungguh, aku mengharapkan respon darinya. Saat ku buka pesannya, aku hanya terdiam. Yang dia komentari hanya masalahnya dengan kekasihnya. Sungguh, rasanya memang sedikit sakit. Dia hanya mengatakan “ya gapapa” untuk isi hatiku. Dan sisa pesannya yang banyak adalah untuk kekasihnya. Entah, apa karena dia sedang dimabuk asmara. Jatuh cinta? Sehingga dia mengabaikan pesanku yang seperti itu. Sejak hari itu aku tak pernah lagi menceritakan hal apapun yang kurasakan, apa yang sedang terjadi dalam diri ini.

Mungkin tujuanku yang pasti hanyalah turun melewati tangga, berbicara sedikit menunduk dan menangis. Akan ada elusan kecil di punggungku yang membuatku semakin terisak. Ya Allah, aku sangat merasa kesepian. Hidupku ada yang hilang. Bagian diriku ada yang pergi. Bukannya aku tak bahagia melihat orang lain bahagia. Tentu, jika mereka bahagia akupun akan sangat bahagia. Tapi, dalam diri ini terlalu banyak hal yang kupendam. Terlalu banyak hal yang tak bisa kulepaskan. Terlalu sakit untuk menyembuhkan semua luka yang selalu kurasakan.

Ya, jujur saja aku terlalu sibuk untuk memikirkan hal yang tak mungkin dipikirkan orang lain. Aku terlalu bodoh untuk merasakan hal yang tak pantas untuk ku perjuangkan. Aku terlalu menginginkan hal yang tak dibutuhkan.

Jika saja ada seorang peri seperti Tinkerbell yang datang ke dalam mimpiku yang siap untuk mendengarkan semua keluh kesahku. Atau mungkin peterpan yang datang melewati jendela kamarku dan mengajakku ke Neverland untuk melupakan semua yang ada di dunia ini. Aku akan ikut. Aku siap untuk ikut terbang. Aku siap melupakan semuanya. Bawa aku ke Neverland Peterpan dan Tinkerbell!


Aku hanya kesepian, jika saja aku memiliki diriku sendiri satu lagi saja. Pasti akan ada yang mendengarkan kisahku ini.

No comments:

Post a Comment

Featured post

Minuman Paling Bikin Nyantai ya Milkshake Pop Ice!

Keseharian di Jakarta kadang bikin perasaan tegang gara-gara kepikiran kerjaan yang belum selesai. Atau kadang juga stress gara-gara mikirin...

Instagram