Tuesday, 8 July 2014

I've Married!

Balutan kebaya yang menyelimuti tubuh kecilku terlihat sangat indah, aksennya yang terlihat vintage membuatku merasa ada di masa lalu. Yang ku bayangkan, apa di masa lalu ada yang pernah merasa patah hati? Lebih dari ini? Ah, sebaiknya aku jangan memikirkan hal itu lagi. Ini adalah hariku. Tak perlu aku bertemu dan bercanda tawa di hari yang sudah ditentukan. Aku akan merasakannya setiap hari.

Hijab yang selalu menemaniku sejak tanggal 24 Februari 2013, kini menutupi rambutku dengan aksen yang berbeda dari yang biasanya. Ah, teringat lagi. Tanggal itu pertama kali kugunakan hijab untuk bepergian. Seseorang tersenyum padaku dan berkata "Tumben pake kerudung?". Aku menjawabnya dengan senyum kecil. Di suatu tempat kami berbincang, lalu orang itu berkata lagi "Udah, pake kerudung aja terus, cantik kok". Orang itu tersenyum. Pipiku memerah. Ya, sejak hari itu, kemana pun aku pergi aku tak pernah melepas kerudungku. Awalnya, aku memakai kerudung karena memang aku senang dikatakan seperti itu. Tapi sekarang, kugunakan kerudung ini karena Allah. Insya Allah. 

Tubuhku bergidik, kenapa aku selalu mengingat hal itu. Ingat, ini adalah hari besarku. Ku lihat wajahku, sudah dipoles dengan make up yang tidak terlalu tebal. Ya, aku cantik hari ini. Ku harap begitu. Seseorang memanggilku, ya itu bibiku aku memanggilnya Enin. "Udah siap?" tanyanya. Ku hembuskan nafasku perlahan. "Iya nin." "Yuk." Aku berjalan, ku gigit bibir bawahku dan ku pejamkan mata. Aku ingin menangis sebenarnya. Tapi setelah melihat banyak orang yang tersenyum padaku. Ku tahan air mataku.

Seseorang menungguku disana. Lelaki dengan perawakan yang tinggi dan berhidung mancung tersenyum manis padaku. Aku tersenyum kecil. Sungguh, aku tak bisa menahan air mataku. Entah karena belum bisa melepas pikiran dan hatiku atau karena bahagia melihat semua orang yang hadir tersenyum padaku. Bukan, tapi kepada kami. Kini aku sudah sampai untuk berada di samping orang itu. Kami menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada disana.

Acara pun dimulai, semua orang, ok, lebih tepatnya tamu, berdiri dan mulai menyalami kami berdua. Ya, benar, aku menikah.
Oke, jangan salah paham. Itu bukan aku dan suamiku. Aku kan pake kebaya bukan gaun. Terus cowonya kan mancung ngga gitu. Hehe, lanjut deh.

Aku berpura-pura tersenyum bahagia, karena aku bingung apa dengan hal ini aku akan menyakiti suamiku? Aku masih ingat dengan seseorang yang kutemui pada insiden kerudung itu. Aku sangat bingung. "Kenapa?" tanya suamiku sambil tersenyum. "Gapapa" ucapku sambil tersenyum padanya. Ah, aku ingin kembali ke masa-masa SMP, mungkin aku tak akan seperti sekarang ini.

Teman-temanku menyumbangkan banyak lagu untuk kami. Sampai di teman SMP-ku sekarang akan bernyanyi. Kalian tau apa yang dia nyanyikan? Ya, galau. Itu temanya. Aku panik. Aku pengen nangis sekenceng-kencengnya. Btw, ini lagunya.


Asdfghjkl. Aku nangis beneran. Suamiku terlihat bingung. "Hei, kamu kenapa?" Tanya dia. "Aku ke kamar mandi dulu ya." Lalu aku langsung pergi dan dia terlihat bingung. Aku terus berjalan dan langsung ku buka pintu kamar mandi. Aku heran, kenapa semua isi ruangan putih polos. Inget film spongebob ga yang squidward masuk mesin waktu? Terus dia, "sendiriaaan.." nah kayak gitu. Aku jalan nyari pintu yang tadi tapi ngga ada. Aku merem. Takut.

And then. Selesai. Aku berubah jadi alien dan siap berburu kalian semua buat di bawa ke planet kapuk.

No comments:

Post a Comment

Featured post

Minuman Paling Bikin Nyantai ya Milkshake Pop Ice!

Keseharian di Jakarta kadang bikin perasaan tegang gara-gara kepikiran kerjaan yang belum selesai. Atau kadang juga stress gara-gara mikirin...

Instagram