Sunday, 17 April 2016

Lalu Bagaimana Jika Aku Bahagia Denganmu?

Aku sangat paham dengan waktu yang belum lama kita lewati. Aku paham betul dengan pertemuan kita yang bisa dibilang singkat. Sangat singkat, hingga aku memang tak tahu banyak tentangmu, temanmu, keluargamu, dan kehidupanmu. Waktu singkat yang membuatku selalu ingin berterima kasih. Terima kasih karena telah menghilangkan mati rasa yang hampir 2 tahun kurasakan. Terima kasih karena telah mengembalikan senyum dan tawa yang sempat hilang dan selalu kusembunyikan. Dan tentu saja terima kasih karena telah berani hadir di kehidupanku.

Meskipun aku sendiri bingung mengapa kini aku bisa bersamamu sementara waktu yang kita tempuh kukira masih sangat pendek. Entahlah. Kamu dengan mudahnya menarik semua yang pernah ada di dalam pikiranku dan membuangnya begitu saja. Dan dengan mudahnya juga membuatku kembali merasa bersemangat dalam segala hal. Hingga akhirnya aku jatuh cinta denganmu. Kupikir awalnya aku jatuh cinta dengan suaramu. Sangat klise bukan? Perlu kamu tahu, nenekku pun awalnya jatuh cinta dengan kakekku karena mendengar suara adzan kakekku.

Namamu tak asing dalam telingaku. Namamu sering kudengar dari seseorang yang sangat dekat denganku. Orang yang berbeda namun satu nama. Dia adalah cinta pertama seseorang yang dekat denganku itu. Aku tak ada maksud apapun bercerita tentang ini. Hanya saja, kupikir kamu perlu tahu itu.

Kau tahu? Teman-teman kita saja bahkan tak paham. Sudah tak heran aku mendengar "kok bisa? kan kalian ngga deket?" aku hanya bisa tersenyum saat mendengar kata-kata itu. Aku dan kamu memang jarang terlihat mengobrol bersama. Aku dan kamu bahkan jarang terlihat bersama. Aku pun masih tak mengerti bagaimana kamu akhirnya bisa bersamaku.
Aku Bahagia Denganmu
source: tumblr

Banyak hal yang kutakutkan saat aku bersamamu. Aku takut kamu malu berjalan bersamaku. Aku takut kamu ragu dengan hadirnya diriku. Aku takut kamu tertarik dengan wanita lain. Aku takut karena sikapku, jarak dan waktu kita yang berbeda bisa merubah sikapmu terhadapku. Aku takut kamu bosan. Aku takut kamu pergi begitu saja, Sama seperti mereka yang sebelumnya, Aku takut kamu melangkahkan kaki lebih jauh menghindariku.

Belum semua hal yang kutakutkan kujabarkan disini, Aku takut kamu menjadi menjauh karenanya. Lalu, bagaimana jika aku bahagia denganmu? Bagaimana jika aku menjadi terlalu senang berada di sampingmu? Apa kamu akan tetap ada di sampingku? Bagaimana jika aku merasa nyaman saat berada di balik punggungmu? Apa kamu akan tetap berada di depanku?

Ku harap kamu mengatakan "iya". Dan kata selanjutnya itu terserah kamu. Aku tak pernah ingin memaksakan egoku. Biar kamu saja yang menentukan. Terima kasih. Saat ini aku bahagia denganmu.

2 comments:

  1. Tulisannya lumayan, dibanding punyaku, hehe. Semoga dia juga bahagia denganmu, ya. (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe makasih mbak :) iya aamiin makasih ya :)

      Delete

Featured post

Minuman Paling Bikin Nyantai ya Milkshake Pop Ice!

Keseharian di Jakarta kadang bikin perasaan tegang gara-gara kepikiran kerjaan yang belum selesai. Atau kadang juga stress gara-gara mikirin...

Instagram