"Dia" yang Paling Ku Cinta

Sunday, August 10, 2014
Keseharianku di kota tetap sudah menghilang. Kota tetap sekarang hanya menjadi tempatku untuk beristirahat dan menonton tv saja. Kujang yang menjadi lambang dari kota tetapku jarang kulihat kembali. Kehidupanku beralih menjadi di kota yang panas ini. Ya, Jakarta. Kota dengan segumpal gedung bertingkat dan mobil-mobil pribadi yang muak kulihat sekarang menjadi pandangan keseharian di mataku. Aku tak begitu peduli dengan gedung-gedung bertingkatnya. Tapi ini yang ku keluhkan pada Kota ini. "Kapan mobil-mobil pribadi yang memadati jalan setiap harinya berubah menjadi manusia-manusia yang memiliki pribadi?". Aku rindu berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain.

Setiap minggunya, hampir 6 hari ku lakukan kegiatan di Jakarta. Ini tuntutan masa depanku. Suatu hari nanti jika aku sudah berumur, aku, suamiku dan anak-anakku akan berlibur menikmati hasil dari yang ku lakukan di Jakarta sekarang ini. Ah, itu harapanku. Tapi, sebelum hal itu terwujud, aku membuat sebuah tekad yang akan kulakukan. Ya, aku yang tahu.

Bukan Jakarta yang akan kubicarakan. Aku ingin membicarakan kota tetapku. Aku selalu rindu dengan kota tetapku. Tempat yang tidak terlalu panas, tidak terlalu banyak gedung-gedung bertingkat, ya walaupun macet masih sering terjadi. Tak apa. Aku tetap menyukai kota ini. Dan apa kau tau? Apa yang membuat aku menyukai dan sering merindukan kota ini? Jika kau menjawab "seseorang" jawabanmu benar. Kau hebat! Tebakanmu benar.

Sebenarnya, aku ingin mengucapkan satu hal kepadanya. Bukan satu hal. Tapi ribuan, bahkan jutaan atau milyaran. Ah aku tak tahu, sepertinya kata-katanya tak terhingga. Misalnya, aku ingin mengucapkan hal ini dan diucapkan di dekatnya.
Ya, simpel memang. Tapi memang ini yang sebenarnya kurasa. Kau tahu apa yang kusuka darinya? Banyak. Senyumnya, matanya, ah aku terlalu banyak menyukai aspek yang ada di dirinya. Aku menyukainya lebih dari apapun, bukan suka. Aku terlanjur cinta. Tapi rasa maluku terlalu tinggi. Yang bisa kulakukan hanya terdiam. Ya, lewat kata-kata ini dia akan tahu perasaanku yang sebenarnya. Tak ada seorang pun yang bisa menandinginya. Kenapa? Karena dia terlalu berarti untukku. Walaupun dia tak mengetahui itu, tak apa. Aku tetap senang.

Ini masih kata-kata yang pas denganku untuknya. Lebay? Untukku tidak. Tanpa dia, tak mungkin aku akan memiliki kehidupan. Tanpa cinta dia, tak mungkin aku ada di dunia ini. Aku tahu sebenarnya dia amat sangat mencintaiku. Akupun begitu.
Dia ibuku. Wanita terhebat yang pernah kutemui di hidup ini. Dia bukan hanya seorang ibu. Dia seorang sahabat untukku. Setiap aku kembali ke kota tetapku, pasti selalu ada canda tawa dengannya. Dia banyak bercerita, dia temanku yang selalu ku ajak jalan, aku tak pernah malu dengan umurku yang seperti ini, aku masih sering pergi bersamanya. Aku bangga memilikinya. 

Ya Allah, sampaikan rasa cintaku untuknya ♥ ini lagu buat ibu

2 comments:

  1. puisi2nya energik sesuai usia kamu
    semangat trs buat nulis ya, inspirasi bs dari apa aja
    keep spirit -masamune131-

    ReplyDelete

Halo semuanya, silakan tinggalkan jejak disini ya :) tolong jangan SPAM atau komentar yang berhubungan dengan SARA. Thanks :)

Powered by Blogger.