Sunday, 7 August 2011

Dari Buku ‘Smart Love’ Paulus Subiyanto Bab 2

Quotes :
Cinta hanya mungkin jika dua orang
berkomunikasi satu sama lain dari pusat
eksistensi mereka.
---Erich Fromm



KATAKAN SAJA “I LOVE YOU”
           
Anda mungkin mengalami betapa sulitnya mengatakan kalimat sederhana ”I Love You” ini kepada orang untuk pertama kalinya. Tak peduli hebat dan kuatnya anda, saat berhadapan dengan kata-kata tersebut sepertinya ada kekuatan yang melumpuhkan keberanian anda. Anda berada dalam ketegangan antara perasaan jatuh cinta dan ketakutan untuk mengutarakannya. Ada apa ini sebenarnya? Anda sedang jatuh cinta dan ingin agar perasaan itu tidak hilang, sekaligus tidak kehilangan orangnya. Kalau aku mengatakan ”I Love You”, aku takut DITOLAK dan kehilangan perasaan-perasaan indah itu. Inilah yang menakutkan anda, dan ada orang yang memilih tidak mau mengambil risiko ini. Orang semacam ini berkata, :Biarlah aku mencintai secara diam-diam,” padahal sebenarnya, “Aku takut ditolak dan kehilangan.” Sebenarnya orang semacam ini sedang mencintai dirinya sendiri!
So what? Kalau anda memang benar-benar jatuh cinta kepada seseorang, ungkapkan perasaan itu secara bertahap. Mulai dengan memberi perhatian secara lebih, melalui bahasa nonverbal (kartu ucapan, hadiah, pemberian, dan lain-lain). Sampai akhirnya cari kesempatan untuk mengatakan kepadanya secara langsung: ”I Love You.” Hanya ada dua kemungkinan DITERIMA atau DITOLAK. Keduanya sama-sama positif dan bemanfaat. Kalau DITERIMA tak perlu dibahas disini karena memang itu tujuan anda, masalahnya apa positifnya kalau DITOLAK?
Pertama, dengan berani mengatakan dan mengungkapkan berarti anda berhasil mengalahkan ras takut dan kecenderungan menghindari risiko. Sikap ini sangat diperlukan bagi anda untuk tumbuh menjadi dewasa. Kedua, pengalaman ditolak akan menimbulkan perasaan negatif seperti kecewa, malu, sedih, atau marah. Perasaan-perasaan seperti itu normal dan wajar, anda pun harus belajar mengenal, mengalami, dan mengatasi perasaan negatif yang ada pada diri anda. Kalau anda berhasil mengatasinya, anda selangkah maju menuju kedewasaan. Ketida, inilah kesempatan untuk belajar bahwa harga diri anda tidak ditentukan oleh orang lain. Orang lain punya hak untuk menolak saya, dan saya tak berhak memaksa. Namun dunia saya pun tidak runtuh karena penolakan orang lain. Keempat, masih terbuka banyak kesempatan dan saya tak perlu takut untuk mengungkapkan cinta lagi.
Ada lagu bertutur, ”Salahkah aku bila jatuh cinta padamu?” dan barangkali kalimat ini juga sering bergaung di hati anda. Jawabannya adalah NOT AT ALL! Perasaan jatuh cinta tidak bisa dinilai ”salah” atau ”benar”.
Perasaan itu muncul secara spontan dan alami. Bersyukurlah anda sebagai orang yang normal jika memiliki perasaan cinta pada seseorang. Entah karena alasan apa pun, ada juga orang yang berusaha mengingkari bahwa dia sedang jatuh cinta. Ini juga tidak realitis dan tidak jujur dengan diri sendiri. Anda bukan robot melainkan manusia yang terdiri dari tubuh dan emosi. Persoalannya adalah bukan pada perasaan anda, melainkan sikap dan perilaku anda setelah timbul perasaan. Misalnya saja anda jatuh cinta pada orang yang sudah berpasangan (pacar orang lain), tentu dalam hal ini anda masih punya AKAL SEHAT. Bahwa perasaan cinta itu ada memang nyata, namun apakah harus saya katakan, harus saya ikuti dorongan perasaan, itu soal lain. Hanya dalam kondisi wajarlah, anda bebas mengungkapkan perasaan cinta kepada seseorang, sedangkan dalam kasus-kasus tidak normal, anda perlu menggunakan AKAL SEHAT untuk mempertimbangkannya. Persaan cinta yang kuatv memang membutakan mata dan membekukan otak sehingga kehilangan daya objektivitasnya. Secara ilmiah konon ada zat kimia bernama phenylethylamine yang disalurkan ke otak orang yang sedang dimabuk cinta sehingga menimbulkan rasa selangit dan berbunga-bunga luar biasa. Biarkan reaksi kimia ini berlangsung, namun perlahan-lahan mulai menggunakan kemampuan otak anda untuk berfikir secara kritis dan objektif. --

No comments:

Post a Comment

Featured post

Minuman Paling Bikin Nyantai ya Milkshake Pop Ice!

Keseharian di Jakarta kadang bikin perasaan tegang gara-gara kepikiran kerjaan yang belum selesai. Atau kadang juga stress gara-gara mikirin...

Instagram